TASRIF

 PENDAHULUAN

Bahasa Arab memiliki sistem perubahan kata yang sangat teratur dan terstruktur. Salah satu keistimewaan bahasa Arab terletak pada Ilmu Sharaf , yaitu salah satu cabang penting dalam bahasa Arab yang membahas perubahan bentuk kata untuk mengetahui makna dan fungsi kata tersebut. Tanpa memahami Sharaf, seseorang akan kesulitan dalam membaca kitab berbahasa Arab maupun memahami isi kandungan Al-Qur'an dan Hadits secara mendalam.

Salah satu pembahasan paling dasar dan krusial dalam ilmu Sharaf adalah Fi'il Tsulātsi Mujarrad , yaitu kata kerja yang tersusun dari tiga huruf asli tanpa adanya tambahan huruf ( ziyadah ). Materi ini merupakan fondasi yang wajib dipahami oleh setiap pemula, karena dari satu bentuk fi'il dasar inilah dapat lahir berbagai bentuk kata lain melalui proses tasrif, seperti fi'il mudhāri', mashdar, fi'il amr, hingga fi'il nahy .

Makalah ini secara khusus akan membahas tiga pola utama dari Fi'il Tsulātsi Mujarrad, yaitu pola فَعَلَ يَفْعَلُ , فَعَلَ يَفْعِلُ , dan فَعَلَ يَفْعُلُ , beserta ciri-cirinya dan contoh penggunaannya. Melalui pembahasan ini, diharapkan pembelajar bahasa Arab dapat memahami pola perubahan kata ( tasrif ) dengan lebih mudah, akurat, dan sistematis.


PEMBAHASAN

Pengertian Fi‘il Tsulātsi Mujarrad

Fi‘il tsulātsi mujarrad adalah kata kerja dalam bahasa Arab yang:

1. Tersusun dari tiga huruf asli

2. Tidak memiliki tambahan huruf

3. Menjadi dasar bagi perubahan kata kerja lainnya


Contoh fi‘il tsulātsi mujarrad antara lain:

كتب (menulis)

نصر (menolong)

فتح (membuka)

Fi‘il tsulātsi mujarrad memiliki tiga pola utama dalam bentuk fi‘il mudhāri‘, yaitu yaf‘al, yaf‘il, dan yaf‘ul.

Macam-Macam Pola Fi‘il Tsulātsi Mujarrad

1. Pola فعل يفعَل

Pola ini ditandai dengan harakat fathah pada huruf ‘ain fi‘il dalam bentuk mudhāri‘. Pola ini banyak digunakan untuk menunjukkan perbuatan yang bersifat nyata atau fisik.

Contoh:

فتح – يفتح (membuka)

نصر – ينصر (menolong)

دخل – يدخل (masuk)


Tasrif sederhana:


Fi‘il māḍi: فتح

Fi‘il mudhāri‘: يفتح

Mashdar: فتحًا

Fi‘il amr: افتح

Fi‘il nahy: لا تفتح


2. Pola فعل يفعِل

Pola ini memiliki ciri harakat kasrah pada huruf ‘ain fi‘il dalam bentuk mudhāri‘. Umumnya digunakan untuk menunjukkan aktivitas atau perbuatan yang dilakukan secara berulang atau berkelanjutan.

Contoh:

جلس – يجلس (duduk)

شرب – يشرب (minum)

علم – يعلم (mengetahui)


Tasrif sederhana:

Fi‘il māḍi: جلس

Fi‘il mudhāri‘: يجلس

Mashdar: جلوسًا

Fi‘il amr: اجلس

Fi‘il nahy: لا تجلس


3. Pola فعل يفعُل

Pola ini ditandai dengan harakat dhammah pada huruf ‘ain fi‘il dalam bentuk mudhāri‘. Pola ini sering digunakan untuk menunjukkan keadaan, sifat, atau perubahan kondisi.

Contoh:

خرج – يخرج (keluar)

حسن – يحسن (baik)

كبر – يكبر (besar)


Tasrif sederhana:

Fi‘il māḍi: خرج

Fi‘il mudhāri‘: يخرج

Mashdar: خروجًا

Fi‘il amr: اخرج

Fi‘il nahy: لا تخرج


Perbandingan Tiga Pola Fi‘il Tsulātsi Mujarrad

Pola Harakat Mudhāri‘

Contoh

فعل يفعَل Fathah فتح – يفتح

فعل يفعِل Kasrah جلس – يجلس

فعل يفعُل Dhammah خرج – يخرج



Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa perbedaan utama ketiga pola tersebut terletak pada harakat fi‘il mudhāri‘, sedangkan bentuk fi‘il māḍinya tetap sama.


Penutup

Fi‘il tsulātsi mujarrad merupakan dasar utama dalam mempelajari ilmu sharaf. Tiga pola utama, yaitu فعل يفعَل، فعل يفعِل, dan فعل يفعُل, harus dipahami dengan baik karena menjadi kunci untuk mengenali perubahan kata kerja dalam bahasa Arab. Dengan memahami pola-pola ini, pelajar akan lebih mudah membaca kitab berbahasa Arab, memahami struktur kalimat, serta meningkatkan kemampuan bahasa Arab secara keseluruhan.


Comments

Popular posts from this blog

fiqih

leadership